Kamis, 10 Oktober 2013

Kepadatan Penduduk dan Penyebabnya


Hai selamat malam sahabat blog, hari ini aku akan membahas sebuah permasalahan yang mungkin tidak asing lagi kita dengar, baiklah langsung aja aku akan membahas tentang masalah “kependudukan”...
Akhir-akhir ini banyak permasalahan sosial yang sedang terjadi di negri kita tercinta,dan masalah ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah maupun masyarakat.
Permasalahan yang timbul akhir-akhir ini adalah permasalahan kepadatan penduduk,sebenarnya masalah yang sedang dihadapi oleh negri kita tak hanya pada permasalahan penduduk saja melainkan banyak permasalahan yang menjadi tugas penting bagi pemerintahan untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut.
Sahabat blog, saya akan mengulas sedikit tentang permasalahan penduduk dan upaya penyelesaiannya,saat ini kepadatan penduduk di Indonesia sangat memprihatinkan dan masih belum mendapatkan respon dari tokoh masyarakat sekitar,sebenarnya masalah kepadatan penduduk seperti ini sudah bisa diatasi sejak dahulu namun kurangnya informasi serta upaya yang sungguh dari pihak pemerintah.
Akibat yang ditimbulkan dari kepadatan penduduk ini adalah timbulnya masalah-masalah sosial, terlihat bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 4 penduduk terbanyak, sehingga masalah tersebut perlu segera diselesaikan,berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia adalah 237,6 juta jiwa. Sementara laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen masih lebih tinggi dari target yang harus dicapai pada tahun 2010 yaitu 1,27 persen tertulis dalam kemenkes.
Adapun masalah sosial tersebut ialah :
Ø Kemiskinan meningkat
Ø Penganguran terjadi di berbagai daerah
Ø Permasalahan Urbanisasi dan transmigrasi
Ø Terjadinya prostitusi
Ø Sulitnya kesempatan mendapatkan pendidikan
Ø Mengakibatkan gizi buruk
Ø Membatasi perkawinan di usia dini

Dalam masalah tersebut yang saat ini ada dipikiranku adalah masalah kemiskinan.
Masalah tersebut sepertinya tak habis bila dibicakan,tentunya pemerintah berupaya lebih keras dalam mengatasi permasalahan ini, di zaman globalisasi seharusnya tak ada lagi orang yang memakan nasi aking, bahkan hingga mengalami gizi buruk.
Hal ini sangat mengkhawatirkan, teringat bahwa Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang berlimpah.Seharusnya bagi negara agraris tentunya pemerintah bisa memperbanyak stok makanan sehingga tak ada lagi saudara kita yang mengalami gizi buruk dan kekurangan makanan.
Yang kedua ialah masalah kemacetan
Hal yang paling menyebalkan untukku adalah kemacetan,khususnya di daerah kota seperti daerah DKI Jakarta sering kita temui masalah kemacetan.
Hal ini terjadi karena di Jakarta banyak kendaraan umum serta kendaraan pribadi yang tak dibatasi kepemilikannya.
Hal ini juga seharusnya mendapatkan perhatian bukan hanya pihak pemerintah saja namun masyarakat pun perlu ikut serta, gas pada kendaraan itu bisa menimbulkan pencemaran udara serta gas CO (karbon monoksida) jika kita hirup setiap harinya menimbulkan sulitnya bernafas, karena hemoglobin dalam darah sukar mengikat gas CO2, melainkan lebih mudah mengikat gas CO.
Selain menyebabkan gangguan pernafasan, gas tersebut menyebabkan semakin menipisnya lubang ozon, tentunya ini sangat berbahaya bagi masyarakat kedepannya, karena bisa mengakibatkan penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia.
Seharusnya pemerintah menyediakan UU tentang kepemilikan kendaraan, agar tak banyak gas yang menimbulkan permasalahan serta mengakibatkan berkurangnya kemacetan.
           Yang ketiga adalah masalah sulitnya mendapat pendidikan  Semakin majunya era globalisasi, pendidikan di negri kita ini semakin sulit didapat, apalagi di daerah terpencil seperti daerah Nusa Tenggara Timur dan daerah terpencil lainnya,sungguh ini sangat membuat hatiku miris mereka ingin sekali bisa mendapatkan pendidikan yang sama namun karena terhalangi oleh jarak, bagi mereka hal tersebut tak masalah.
Bahkan mereka pula harus menyebrangi aliran sungai yang deras, berjalan hingga puluhan kilo meter, hal ini tentunya menjadi tugas pemerintahan daerah.
Yang keempat ialah masalah penganguran
Banyak diberitakan akhir-akhir ini masalah kriminal akibat dari banyaknya pengangguran yang terjadi di Indonesia. Semakin tingginya harga kebutuhan pokok serta semakin banyaknya buruh yang dipekerjakan secara honorer, membuat semakin tingginya angka kemiskinan.
Yang kelima ialah masalah Urbanisasi dan Transmigrasi, masalah ini mungkin sering dianggap remeh oleh pemerintah, namun harusnya masalah penyebaran penduduk seperti ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
Saya berharap agar bisa kedepannya pemerintah bisa menanggapi permasalahan ini lebih serius lagi.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar