Kamis, 31 Oktober 2013

Bali is beautiful country

Sejarah dari Provinsi Bali
Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Bahasa Sanskerta dari India pada 100 SM.
Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, di antaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (12931500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.
KEPENDUDUKAN  BALI
Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa lebih, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah BuddhaIslam,Protestan dan Katolik. Agama Islam adalah agama minoritas terbesar di Bali dengan penganut antara 5-7,2%.
Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan, yang paling dikenal dunia dari pertanian di Bali ialah sistemSubak. Sebagian juga memilih menjadi senimanBahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa IndonesiaBali dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.
Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: soroh, gotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang. Di beberapa tempat di Bali, ditemukan sejumlah pemakai bahasa Jawa.
Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dariindustri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, sering kali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.Bahasa Jepang juga menjadi prioritas pendidikan di Bali.

AKTIFITAS SOSIAL DIBALI
Banyak grup band yang memiliki segudang aktivitas di luar karier bermusiknya, beberapa di antara mereka menyibukkan diri dengan kegiatan sosial. Seperti yang dilakukan oleh band punk asal Bali, Superman Is Dead (SID).
            Sudah lama berkecimpung dalam kegiatan sosial, terutama yang berhubungan dengan usaha pelestarian lingkungan, akhir-akhir ini nama SID kembali mencuat gara-gara rencana pemerintah mereklamasi Teluk Benoa di Bali.
            "Kita lagi berkecimpung mempertahankan Bali dari para penguasa yang rakus memanfaatkan Bali jadi sumber uang, dan merusak ekologi bali itu sendiri," jelas bassist SID, Eka Rock..

Potensi alam dibali
Para turis di seluruh dunia sepertinya sudah kenal dengan pantai paling eksotis di dunia ini. Jutaan pengunjung tiap tahun mendatangi tempat ini. Ya, Pantai Kuta tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Tepatnya Pantai Kuta ini ada di Kabupaten Badung. Sejak tahun 70-an, Pantai Kuta merupakan destinasi wisata turis asing. Tidak heran jika Pantai Kuta adalah objek wisata andalan Pulau Bali. Salah satu keindahan alam yang disukai para turis di sini adalah ketika matahari terbenam di ufuk barat aliassunset beach. Keindahannya tiada tertandingi. Selain itu, Pantai Kuta menyimpan potensi alam pantai yang luar biasa.

Kuta dulunya adalah pelabuhan dagang. Di sini terjadi transaksi pedagang Nusantara dan mancanegara. Para pelaut membeli dan menjual produk di kawasan Bali ini. Sedangkan Abad ke-19 adalah Mads Lange (pedagang Denmark) adalah salah satu contoh pedagang luar negeri yang terkenal di Bali. Ia disegani dan disukai oleh raja-raja Bali. Lalu, muncul buku Praise to Kuta karya Hugh Mahbett yang di dalamnya mengajak masyarakat di wilayah Pantai Kuta untuk mengembangkan potensi wisata di salah satu kawasan Bali ini. Maka, kesadaran masyarakat dan investor pun tumbung, dengan hadirnya penginapan, restoran, serta tempat hiburan. Maka, menjelmalah Pantai Kuta menjadi destinasi wisata Bali yang terkenal di dunia. Banyak tokoh-tokoh penting dunia yang turut berkunjung ke sini. Di sinilah Bali dikenal sebagai surga wisata dunia.

Pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri juga tersedia di Pantai Kuta. Kuta adalah tempat wisata yang hidup 24 jam. Apalagi Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai lebih dekat ke daerah ini. Sehingga wisatawan dimudahkan akses untuk menyambangi daerah wisata favorit di Bali ini. Pantai dengan pasir putih ini membentang dari airport Bali, kawasan wisata Seminyak, hingga Kerobokan.. Para turis pun banyak yang menikmati wisata Pantai Kuta ini dengan kegiatan surfing, sunbathing, dan kegiatan santai lainnya. Dan tentunya sore hari biasanya sangat ditunggu oleh para turis, ketika matahari terbenam adalah momen dimana sangat pas untuk mengabadikan keindahan sang surya yang tenggelam di ufuk barat.
Budaya
Musik
Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.


Tari
Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.
Pakar seni tari Bali I Made Bandem  pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.
Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak dan Tari Pendet. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sang Hyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.
Pakaian daerah
Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.
Pria
Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.
Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:
  • Udeng (ikat kepala)
  • Kain kampuh
  • Umpal (selendang pengikat)
  • Kain wastra (kemben)
  • Sabuk
  • Keris
  • Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.


Wanita
Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.
Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:
  • Gelung (sanggul)
  • Sesenteng (kemben songket)
  • Kain wastra
  • Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
  • Selendang songket bahu ke bawah
  • Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
  • Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.




































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar