Minggu, 06 Oktober 2013

FLASHBACK


Tugas softskill
Tentang diri sendiri
Selamat malam sahabat blog hari ini aku ingin sedikit bercerita tentang diriku sendiri
Waktu tak akan pernah bisa diputar kembali itulah yang saat ini dalam pikiranku
Baiklah aku akan bercerita awal kisahku ini......
Benarkah masa terindah itu masa SMA?
Jawabannya adalah iya
Aku bisa merasakan indahnya menjadi seorang siswa berpakaian seragam “putih abu-abu”
Flashback...
Awal pertama kali aku masuk SMA ialah rasanya yang ada dipikiranku ialah semakin tinggi tingkat sekolah semakin sulit pelajaran, sebenernya dulu aku tak suka dengan sekolah yang orang tua pilihkan untukku, aku putus asa karena tak bisa diterima disekolah favourite,selain itu disana tempatnya memang sepi dan tak ada teman dekat yang satu sekolah denganku.
Awalnya sulit untuk beradaptasi dengan teman baru tapi setelah dijalani hal dugaanku semuanya salah mereka sangat baik padaku,bahkan kami sempat membuat grup main yang bernama “DOKELEH” kumpulan ke 12 anak –anak cacat dan ababil, tapi dikala kita serius dalam hal belajar tetap yang paling utama menurut kami semua.(y)
Disamping aku memiliki teman yang baik aku pun memiliki seorang guru yang sangaaaaat spesial, dia guru yang selalu memberikan motifasi kepada setiap murid-muridnya, dia guru teladan sekaligus guru mata pelajaran kesukaanku yaitu Kimia.
Dia bernama Ibu Sri Rahayuningsih , awalnya aku tak mengerti sama sekali tentang kimia bahkan bisa dibilang tak pernah menyentuh bukunya L, tapi hebatnya dia bisa merubah mainsiteku. 
Dia bisa membuatku jatuh cinta sama pelajaran kimia,bahkan alhamdulilahnya nilaiku untuk mata pelajaran kimia tak pernah jatuh, sampai aku berniat untuk mengikuti kompetisi OSN kimia 
Dari awal itulah aku mengenal teman yang suka juga dengan mata pelajaran kimia dia sangat pintar namanya sebut saja Yespin
Aku dekat dengannya dikelas tiga  tapi kami sudah saling kenal dari kelas dua, aku banyak mendapatkan pelajaran dari pengalaman hidupnya, Yespin sosok teman yang sederhana dan aku bangga memiliki teman seperti dia, karena aku bisa sharing tentang pelajaran, tapi yang paling sering kita bahas adalah pelajaran kimia karena kami sama-sama memiliki tujuan yang sama yaitu setelah lulus SMA kami berniat melanjutkan pendidikan kami ke ITB jurusan TEKNIK KIMIA. 
Inilah hal yang paling aku sesali seumur hidupku yaitu setelah aku dijuruskan di kelas IPA, aku terlena dengan semuanya aku lebih banyak meluangkan waktuku untuk bermain, chatting tanpa memperdulikan tujuan hidupku dari awal masuk SMA,aku tak bisa mengikuti kompetisi tersebut, sedih memang rasanya, namun melihat yespin yang bisa berdiri dan bisa meraih medali tersebut membuatku sedikit bangga walaupun bukan aku yang memegang medali tersebut, tapi aku tetap bangga karena berkat Yespinlah sekolahku terkenal oleh semua orang karena prestasinya yang menyentuh Nasional.
Dari jatuhnya pengalamanku, membuat aku harus bangkit, aku ingin bisa seperti Yespin yang bisa membanggakan kedua orang tuanya, setiap aku malas belajar aku selalu inget sosok ibu dan ayah bagiku tanpa mereka aku takkan bisa seperti ini merekalah idolaku..
Doa, keringat bahkan semuanya telah mereka berikan untukku, sejujurnya aku malu pada diriku sendiri karena tak bisa membuat mereka bangga, aku hanya bisa berdoa agar Allah selalu memberikan mereka kebahagian seperti yang mereka berikan kebahagian tersebut untukku..
Dikelas tiga kesibukan semakin bertambah selain kesibukan belajar disekolah aku pun disibukan dengan mengikuti bimbingan belajar, agar nilaiku bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya dan bisa masuk universitas impianku dan Yespin.
Alhamduliah setelah mengikuti bimbingan belajar, berkat usaha dan doa setiap harinya nilai semesteranku membaik, bahkan yang sebelumnya nilai kimia menurun ini menjadi jauh lebih baik..
Ada sedikit rasa percaya diri bahwa yakin bisa keterima di ITB, dulu dikelas tiga ada subuah papan cita-cita semua anak murid sangat antusias menulis cita-cita mereka tersebut sampai aku pun sangat bangga mencantumkan nama ITB beserta jurusan TEKNIK KIMIA dipapan tersebut, sampai ada salah satu temanku yang mencemoohkanku dengan kata-kata yang tidak mengenakan, sejujurnya aku sedikit kesal padanya sebut saja Sandi namanya, herannya padahal dulunya dia tak begitu tertarik pada kampus Ganesha sebutan bagi anak-anak Bandung untuk kampus ITB. Setelah kakak alumni kami yang promosi kampus ITB entah mengapa dia menjadi tertarik dan dia langsung mencemoohkanku didepan teman-temanku, ya aku sadar saja mungkin dia tak percaya dengan tampang wajah dan gaya yang selengean yang sering kutunjukan dikelas dulu.
Hal yang paling deg-degan ialah saat pengumuman SNMPTN aku takut bila akhirnya aku tak diterima di PTN, pikiranku mulai gak fokus dan saking deg-degannya aku sampai menangis dikelas,pengumuman keluar sekitar pukul 17.00 WIB, semua anak mulai sibuk dengan gadjetnya masing-masing untuk melihat apakah ada nama mereka dipengumuman tersebut..
Rezeki sudah Allahlah yang menentukan, aku tak banyak berkata apa-apa lagi ketika kubuka situs tersebut dan ternyata bukan namaku yang tercantum dipengumuman itu, melainkan kalimat “maaf anda tidak diterima dijalur SNMPTN”
Hancur, sedih, bahkan semua perasaan campur aduk, teman-temanku ada yang keterima ada juga yang menangis karena nasibnya sama sepertiku.
Tak sabar aku langsung menanyakan kepada Yespin apakah dia keterima atau tidak, dan ternyata dia keterima dikampus impian sekaligus jurusan yang aku minati.
Sedih rasanya tak bisa menginjakkan kaki di kampus Ganesha, namun setelah aku menceritakan kesedihanku ini pada Yespin, dia yang membangkitkan semangatku dengan kata-kata bijak yang bisa membuat aku percaya dan bangkit kembali..
Dia spesial dimataku bahkan sangat spesial, sampai dia mau mengajarkanku semua pelajaran yang sulit termasuk materi-materi yang akan diujikan di SBMPTN, tapi sayangkan detik-detik menjelang aku ujian justru dia sibuk dengan mengurusi berkas-berkas yang akan dia bawa ke Bandung, sedih rasanya namun mau gimana lagi kita sudah jauh sekarang, dan hanya bisa berkomunikasi dengan aplikasi whatsapp setiap aku ingin bertanya tentang pelajaran yang sulit, itu pun jika dia tak ada tugas 
Ujian sudah didepan mata, aku hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Allah agar apa yang telah aku usahakan membawakan hasil yang baik juga, dan aku selalu ingat kata-kata dan semangat yang yespin berikan untukku.
Pengumuman diadakan satu bulan setelah berlangsungnya ujian, aku berharapnya namaku tercantum dan bukan kata “maaf” lagi yang kulihat,sayangnya semua itu menjadi kenyataan.
Kembali PTN menolakku, aku bingung apa ada yang salah pada diriku ini, apa mungkin tuhan tak senang melihat aku, sedih lagi yang kurasakan sampai aku malu dan tak mau mengatakan pada teman-temanku bahwa aku tak berhasil, tapi kembali aku mengingat kata-kata yespin yang tak pernah kulupa, “kesuksesan bukan dilihat dari dimana kita berada, namun kesuksesan berasal dari diri sendiri”
Karena sudah lelah dengan banyaknya tes sana sini yang menawarkan dan aku takut jika pada akhirnya ditolak lagi aku memutuskan tadinya untuk mengulang tahun depan, tapi sayangnya kedua orang tuaku tak setuju mereka tetap ingin aku bersekolah ditahun ini, karena takutnya nantinya aku semakin terlena dan tak ingin melanjutkan sekolah.
Mengingat aku tak ingin membuat mereka kecewa untuk kedua kalinya, akhirnya aku mengikuti saran orang tuaku, memilih masuk Universitas Gunadarma dengan jurusan IT, yaaah mungkin disinilah yang menjadi tempat yang terbaik untukku, Allah maha tau apa yang dibutuhkan hambanya karena A llah cinta dan sayang padaku hingga ku tak diizinkan jauh dari orang tua.
Harapanku kedepannya kuliah di Gunadarma , aku berharap bisa menjadi yang terbaik dari mahasiswa dan aku berharap bisa membuat orang tuaku bangga padaku nantinya..
Terima kasih sahabat blog yang mau membaca kisah hidupku ini, tak banyak yang bisa kutuliskan namun jika dalam penulisan ada kata-kata atau kalimat yang kurang baik mohon dimaafkan
Salam radar neptunus sahabat blog tercinta
Herlina dwi lestari


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar