Senin, 11 November 2013

kepadatan penduduk DKI Jakarta



Selamat malam sahabat blog sudah lama saya tidak menyapa kalian dengan tulisan-tulisan saya.
Pada hari ini saya ingin berbagi postingan saya tentang “kepadatan penduduk”
Tema ini mungkin tidak asing lagi bagi kalian semua apalagi saya akan membahas seputar kota DKI Jakarta.
Saya mengenal kota jakarta sejak saya masih balita dan saya lahir pun di kota Jakarta, ya bisa dikatakan kalau saya ini warga Jakarta,namun sewaktu saya duduk di bangku sekolah dasar saya sekeluarga pindah ke daerah jabodetabek, yakni Bekasi Jawa Barat.
Kota Jakarta memang sangat terkenal diseluruh dunia, jelas saja Jakarta adalah ibu kota dari negara kita yaitu Indonesia. Selain karena dikenal sebagai ibu kota, Jakarta juga terkenal dengan berbagai macam budayanya, seperti ondel-ondel serta Jakarta juga terkenal dengan makanan khasnya yaitu roti buaya, kerak telor, dan lain-lain.
Jakarta adalah pusatnya pemerintahan,bahkan menjadi pusatnya trend, banyak apartemen,hotel, gedung pemerintahan sampai masih ada kendaraan tahun 1960-1970 an ada di Jakarta  sebut saja bemo dan bajaj.
Jakarta terbagi menjadi lima bagian yakni jakarta timur,selatan,utara,barat, pusat. Jakarta dipimpin oleh seorang kepala daerah yaitu seorang Gubernur, Gubernur bertugas membuat peraturan daerah yang dibantu oleh DPR.
Gubernur DKI Jakarta saat ini dipimpin oleh bapak JOKOWI beliau bersama wakilnya yakni bapak Basuki TjahyaPurnama atau sering yang disapa AHOK begitu mendapat hati dikalangan masyarakat karena mereka dianggap telah mampu mengatasi berbagai macam permasalahan di Jakarta khususnya di dunia pendidikan, saat ini anak-anak tak perlu khawatir tentang pendidikan karena di daerah Jakarta sudah dicanangkan wajib belajar 12 tahun, namun bukan hanya inilah masalah yang dihadapi oleh Jakarta, salah satu yang akan kita bahas adalah “KEPADATAN PENDUDUK di DKI”????
Masalah ini dari tahun ke tahun menjadi pokok utama di setiap kota, kepadatan menimbulkan banyak permasalahan salah satu yang sangat saya benci adalah kemacetan, pagi siang bahkan hingga malam jakarta tak pernah sepi dengan aktifitas kendaraan. Kepadatan penduduk di daerah ibu kota memang cukup sulit untuk diatasi, banyak warga daerah yang menganggap bahwa hidup di Jakarta bisa merubah nasib menjadi lebih baik, namun hal ini justru mempersulit pemerintah. Banyak lahan yang digunakan untuk tempat penginapan seperti hotel dan apartemen, ini merupakan daya tarik warga daerah bahkan asing untuk bisa tinggal di Jakarta. Bagi mereka yang berpenghasilan rendah serta tak punya biaya mereka rela tinggal dipinggiran kali sampai pinggiran rel kereta, namun mereka tak memperdulikan dampak yang terjadi akibat perilaku mereka, mereka tak perduli berapa banyak mereka membuang limbah rumah tangga mereka ke bantaran kali hingga sampah plastik yang menyebabkan banjir pun mereka tak peduli, hal ini yang menjadi tugas berat pemerintah yaitu merapikan daerah bataran kali hingga terlihat lebih asri dan bersih.
Menurut saya pribadi hal kecilah terlebih dulu yang dibereskan sebelum ke hal-hal yang lebih berat.
Sebenernya maslah kepadatan penduduk bisa diatasi namun membutuhkan kerja sama di semua pihak baik pemerintah maupun masyarakatnya itu sendiri.
Berikut adalah menurut pendapat saya cara mengatasi kepadatan penduduk di DKI Jakarta:
Cara Penanggulangan Kepadatan Penduduk
http://1.bp.blogspot.com/-0vni3zAARS0/T_OsyXk-l9I/AAAAAAAAAHo/ziSoEXCYwvI/s320/pembagian-zakat.jpg

Adapun kebijakan dan usaha pemerintah dalam menanggulangi kepadatan penduduk yaitu:
1. Kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi masalah jumlah        penduduk, yaitu:
a). Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional, dengan cara memperkenalkan tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan, mengenalkan alat-alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur, dan menepis anggapan yang salah tentang anak. Meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.
b).  Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur serta menetapkan  tentang batas usia nikah.
c). Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.
2. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi hal-hal berikut ini:
a). Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana.
b). Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat.
c). Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 6 tahun menjadi 9 tahun.
Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus.
Berikut ini adalah postingan saya pada malam hari ini selebihnya saya minta maaf bila ada kekurangan.
Terima kasih
Sekian J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar